liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Bos LaLiga Sambut Mundurnya Agnelli, Desak Juventus Segera Dihukum

Selebrasi pemain Juventus

Rabu, 30 November 2022 – 16:46 WIB

Bola VIVA – Pengunduran diri dewan direksi Juventus awal pekan ini sempat membuat heboh. Kabar itu juga sudah sampai, termasuk ke Spanyol. Menariknya, hal itu disambut baik oleh Presiden LaLiga Javier Tebas.

Tanpa ragu, Tebas menyatakan mundurnya jajaran direksi khususnya Andrea Agnelli dari kursi presiden Juventus merupakan kabar besar. Bahkan, dia merayakannya dengan tweet di Twitter.

“Dear Andrea Agnelli, Anda telah bertahun-tahun memanipulasi laporan keuangan, penilaian, dokumen, untuk menipu pejabat publik, olahraga dan pemegang saham, serta penggemar… dan pada saat yang sama Anda ingin menipu dunia sepak bola dengan kehebatan Liga Super Eropa Pengunduran diri Anda adalah kabar baik,” tulisnya di Twitter.

Agnelli sendiri memang menjadi tiga pilar di balik Liga Super Eropa yang sempat heboh. Dia masih mempertahankan ide ini dengan bos Real Madrid dan Barcelona, ​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​

Presiden LaLiga Javier Tebas

Sementara itu, sebelumnya LaLiga juga telah mengeluarkan surat kecaman atas tindakan Juventus dalam kasus pemalsuan laporan keuangan. Mereka pun mendesak UEFA untuk segera menjatuhkan sanksi kepada ‘Si Nyonya Tua’.

Dalam hal itu, LaLiga menilai Juventus telah melakukan manipulasi dan melanggar prinsip aturan Financial Fair Play.